Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD Turun Karena Fed Bersikap Hati-Hari Di Tengah Risiko Stagflasi
Thursday, 29 May 2025 06:06 WIB | EUR/USD |EUR/USD

EUR/USD turun di bawah 1,1300 selama sesi Amerika Utara karena Dolar AS (USD) tetap menguat setelah rilis risalah rapat Federal Reserve (Fed) terbaru. Imbal hasil obligasi AS yang tinggi dan suasana hati yang sedikit suram telah mendorong Greenback menguat terhadap sebagian besar mata uang G7.

Pada 6-7 Mei, Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan alasan ketidakpastian tentang dampak tarif terhadap ekonomi. Risalah tersebut mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan khawatir bahwa inflasi dapat lebih persisten, didorong oleh kebijakan perdagangan yang rawan inflasi yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.

Para pembuat kebijakan mengakui beberapa risiko stagflasi karena mereka mencatat "Komite mungkin menghadapi pilihan yang sulit jika inflasi terbukti lebih persisten sementara prospek pertumbuhan dan lapangan kerja melemah."

Oleh karena itu, Fed telah mengambil pendekatan yang hati-hati terkait kebijakan moneter, menunggu "dampak ekonomi bersih dari serangkaian perubahan kebijakan pemerintah menjadi lebih jelas." Perlu dicatat bahwa pertemuan Fed berlangsung sebelum Trump mengurangi tarif pada Tiongkok dari 145% menjadi 30%.

Sementara itu, para pedagang membeli Greenback, yang menurut Indeks Dolar AS (DXY), naik 0,26% dan sekarang hampir menguji angka 100,00.

Laporan Keyakinan Konsumen yang optimis pada hari Selasa di AS mengimbangi laporan Pesanan Barang Tahan Lama AS yang lebih buruk dari perkiraan, yang merasakan dampak dari kebijakan perdagangan kontroversial Presiden AS Donald Trump.

Di seberang lautan, Survei Ekspektasi Konsumen Bank Sentral Eropa (ECB) pada bulan April mengungkapkan bahwa konsumen mengharapkan harga yang lebih tinggi, karena ekspektasi inflasi meningkat karena ketidakpastian yang tinggi atas tarif AS.

Sementara itu, Kepala Ekonom ECB Philip Lane mengatakan bank sentral tidak mungkin menurunkan suku bunga di bawah 1,50%. Lane berkata, "Suku bunga di bawah 1,5% jelas akomodatif. Menetapkan suku bunga di bawah 1,5% hanya tepat jika terjadi risiko penurunan inflasi yang lebih besar, atau perlambatan ekonomi yang lebih signifikan. Saya tidak melihat hal itu saat ini."(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS